11 Okt 2010

Pertumbuhan Ekonomi TINGGI - Penting atau Tidak?

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian PPN/Bappenas Bambang Pridjambodo menerangkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hingga tahun depan akan tumbuh tinggi sepanjang tidak terjadi gejolak ekonomi di kawasan Asia. "Angka pertumbuhan 6% [tahun ini] itu pasti tercapai, bahkan bisa lebih dari itu," katanya (Bisnis Indonesia 6 Oktober 2010).

Kapan siih pemerintah, atau setidaknya pejabat pemerintah bisa mengerti bahwa untuk masyarakat pertumbuhn ekonomi "tidak penting"! Tetapi, kalau ternyata pejabat pemerintah ebetulnya sudah mengerti, maka statement semacam itu kayaknya hanya untuk "konsumsi politik" ya. Jadi apa sih yang lebih penting??

Dihari yang sama juga ada berita: "Ketua MUI Slamet Effendi Yusuf mengatakan meskipun kebijakan ekonomi makro Indonesia sudah baik, namun belum menyentuh ke level masyarakat bawah sehingga terjadi kesenjangan yang cukup tinggi". Kemudian disambung dengan "MUI mendesak agar pemerintah secepatnya melakukan pemerataan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Pemerataan ekonomi ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi potensi konflik antarmasyarakat miskin".

Nah kalau (pejabat) pemerintah mau tahu maka yang dikatakan MUI itulah yang PENTING. "Pemerataan Pendapatan", itulah yang penting, Kalau lebih jelasnya lagi kata MUI, pendapatan hasil dari laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu "belum menyentuh ke level masyarakat bawah, sehingga terjadi kesenjangan yang tinggi". Itu looh pemerintaaaah .... Lha caranya bagaimana yaa???

Yang banyak orang orang pinter berulang ulang mengatakan adalah, dalam bahasa kerennya "fokus ke riil sektor". Lha riil sektor itu apa seeh?? Kalau gampangnya, ya sektor industri manufaktur, pertanian, perkebunan, yang bisa menambah "lapangan kerja" supaya itu laju pertumbuhan bisa terasa manfaatnya buat orang orang :biasa" ..gitu loooo. Lha kenapa kok ada pertumbuhan ekonomi tapi kata MUI belum nyampe ke masyarakat bawah?

Karena uang muternya cuma kebanyakan hanya di sektor keuangan, yang bahasa kerennya di jual beli "saham" doang. Jadi pertumbuhan ekonomi itu pada dasarnya hanya dinikmati oleh para empunya uang banyak, bukan dinikmati yang gak punya uang .... Jadi gimana supaya sektor riil bisa berkembang? Naah disini biang keladinya .....Soal ini kita bahas di tulisan berikut yaaaa.

Ada yang bisa atau mau komentar???

1 komentar:

  1. Salam dari Sydney!

    Bagus post-nya :). Padahal saya selalu nyombong dengan teman-teman bule disini bahwa pertumbuhan Indonesia hebat di tengah GFC (lumayan...promosi!).

    Tapi bener, perlu juga kita ingat bahwa masyarakat pada umumnya nggak ikut menikmati.

    Lucu juga ya yang ngasih komentar begitu MUI. Majelis Ulama Indonesia?

    BalasHapus