Kapan siih pemerintah, atau setidaknya pejabat pemerintah bisa mengerti bahwa untuk masyarakat pertumbuhn ekonomi "tidak penting"! Tetapi, kalau ternyata pejabat pemerintah ebetulnya sudah mengerti, maka statement semacam itu kayaknya hanya untuk "konsumsi politik" ya. Jadi apa sih yang lebih penting??
Dihari yang sama juga ada berita: "Ketua MUI Slamet Effendi Yusuf mengatakan meskipun kebijakan ekonomi makro
Nah kalau (pejabat) pemerintah mau tahu maka yang dikatakan MUI itulah yang PENTING. "Pemerataan Pendapatan", itulah yang penting, Kalau lebih jelasnya lagi kata MUI, pendapatan hasil dari laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu "belum menyentuh ke level masyarakat bawah, sehingga terjadi kesenjangan yang tinggi". Itu looh pemerintaaaah .... Lha caranya bagaimana yaa???
Yang banyak orang orang pinter berulang ulang mengatakan adalah, dalam bahasa kerennya "fokus ke riil sektor". Lha riil sektor itu apa seeh?? Kalau gampangnya, ya sektor industri manufaktur, pertanian, perkebunan, yang bisa menambah "lapangan kerja" supaya itu laju pertumbuhan bisa terasa manfaatnya buat orang orang :biasa" ..gitu loooo. Lha kenapa kok ada pertumbuhan ekonomi tapi kata MUI belum nyampe ke masyarakat bawah?
Karena uang muternya cuma kebanyakan hanya di sektor keuangan, yang bahasa kerennya di jual beli "saham" doang. Jadi pertumbuhan ekonomi itu pada dasarnya hanya dinikmati oleh para empunya uang banyak, bukan dinikmati yang gak punya uang .... Jadi gimana supaya sektor riil bisa berkembang? Naah disini biang keladinya .....Soal ini kita bahas di tulisan berikut yaaaa.
Ada yang bisa atau mau komentar???
Salam dari Sydney!
BalasHapusBagus post-nya :). Padahal saya selalu nyombong dengan teman-teman bule disini bahwa pertumbuhan Indonesia hebat di tengah GFC (lumayan...promosi!).
Tapi bener, perlu juga kita ingat bahwa masyarakat pada umumnya nggak ikut menikmati.
Lucu juga ya yang ngasih komentar begitu MUI. Majelis Ulama Indonesia?